Rabu, 02 Juni 2010

AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI

AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA
ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.


Kata-Kata di atas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai,tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.

Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. Pertama : Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang.

Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan .Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "KAYA" dalam arti yang sesungguhnya.

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ''kaya''. Orang yang
''kaya'' bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan,tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.

Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan, ''Menikahlah dengan orang yang Anda cintai,setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.'' Ini perwujudan rasa syukur.

Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.

Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai,lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah. Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di atas saya. Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya. Saya menjadi gemar bergonta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar.
Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya. Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termen ung sambil menggumam, ''Lulu, Lulu.''Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, ''Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu.'' Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, ''Lulu, Lulu''. ''Orang ini juga punya masalah dengan Lulu? '' tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, ''Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu.'' Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, ''Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.''
Bersyukurlah !
Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan....
Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan ?

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu ...
Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar ...

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit ...
Di masa itulah kamu tumbuh ...

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu ...
Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang ...

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru ...
Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu ...

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat ...
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga ...

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih ...
Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan ...

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik...Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut...

Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif ...

Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan enjadi
berkah bagimu ...

Sumber: Unknown

Keutamaan hari Jumat

Keutamaan hari Jumat

Mungkin banyak kita yang tidak mengetahui bahwa hari Jum'at adalah hari yang baik, seperti ada beberapa hadist menyatakan itu. Dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasullullah saw bersabda:
"Sebaik-baik hari yang terbit matahari padanya adalah hari Jumat. Pada hari itulah Adam diciptakan, di waktu itu pula ia dimasukkan dalam surga dan waktu itu juga ia dikeluarkan daripanyanya. Kiamatpun tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat." (Diriwayatkan oleh Muslim,Abu Daud, Nasa'a serta Turmudzi yang mensahkannya)


1. Berdoa pada hari Jumat
Sepatutnya seseorang itu berdoa pada saat terakhir dari hari Jumat.
Dari Abu Sa'id serta Abu Hurairah r.a., bahwa Nabi sw bersabda:
" Pada hari Jumat itu ada suatu saat, dimana tidak seorang
Muslimpun yang memohonkan seseuatu kebaikan kepada Allah
Ta'ala dan waktunya bertepatan dengan saat itu, melainkan
pasti Allah akan mengabulkan permohonannya. Dan saat itu
adalah sesudah Ashar"

Kemudian dari Jabir r.a dari Nabi saw bersabda:
"Hari Jumat itu terdiri dari dua belas saat, di antaranya terdapat
suatu saat, dimana tiada seorang hamba Muslim pun yang
memohonkan sesuatu kepada Allah Ta'ala, dan waktunya
bertepatan dengan saat itu, melainkan akan dikabulkan oleh
Allah. Dan carilah saat itu pada waktu-waktu terakhir
setelah Ashar" (Diriwayatkan oleh Nasa'i dan Abu Daud, juga
oleh Hamin dalam Al Mustadrak dan dinyatakannya shahih
menurut syarat Muslim. Juga Hafizh dlam buku Al-Fat-h
menggap isnadnya hasan).

2. Sunat memperbanyak bacaan shalawat pada malam dan pada hari Jumat
Dari Aus bin Aus r.a Rasulullah saw bersabda:
"Harimu yang paling utama ialah hari Jumat. Pada hari itulah
Adam dicipta dan pada hari itu pula dicabut rohnya, serta pada
waktu itu pula ditiup sangkakala dan dimatikan semua manusia.
Karena itu perbanyaklah membaca shalawat atasku, dan
bacaanmu itu akan disampaikan kepadaku". Para sabahat
bertanya: "Ya rasulullan, bagaimana caranya bacaan shalawat
itu disampaikan kepada Anda, padahal waktu itu jasad Anda
telah hancur luluh ? Ujar Nabi saw: " Sesungguhnya Allah 'azza
wajalla telah melarang bumi untuk memakan jasat pada Nabi.
(Diriwayatkan oleh Buchari, Muslim, Abu Daut dan Nasa'i)

3. Membaca Surat Kahfi pada siang dan malam Jumat
Pada malam dan siang hari Jumat disunatkan pula membaca
surat Al-Kahfi, berdasarkan hadists dari Abu Sa'id Al Khudri
bahwa Nabi saw bersabda: "Barang siapa membaca sura Kahfi
pada hari Jumat, maka ia akan diberi cahaya yang dapat
meneranginya diantara kedua Jumat". (Riwayat Nas'i, Baihaqi
dan Hakim)
Dari Ibnu' Umar bahwa Nabi bersabda:
"Barang siapa membaca surat Kahfi pada hari Jumat, maka
cahaya akan memancar dari bahwa kakinya hingga menjulang
keatas langit dan akan meneranginya pada hari kiamat, serta
diampuni dosa-dosanya yang terdapat diantara dua Jumat."
(Diriwayatkan oleh Ibnu Mardawih dengan sanad yang tidak
bercacat)

4. Mandi, berhias, menggosok gigi dan berharum-harum.

Semua yang tersebut itu dusunatkan bagi orang yang hendak
menghadiri pertemuan dengan ornag banyak, terutama shalat
Jumat di Mesjid. Dalam hal ini tidak ada perbedaan diantara
lelaki dengan wanita, besar atau kecil, tua atau muda, musafir
atau mukim. Ringkasnya hendaklan dalam keadaan bersih dan
berhias dengan jalan mandi dan mengenakan pakaian yagn
terbaik, menggosok gigi dan berharum-harum . Seperti dalam
beberapa hadist.
Dari Abu Said r.a. dari Nabi saw bersabda:
"Setiap orang muslim hendaklah mandi pada hari Jumat,
menedakan pakaiannya yang terbaik dan kalau punya,
hendaklah pula memakai harum-harum" (riwayat Ahmad serta
Bukhari dan Muslim)
Dari Ibnu Salam r.a. Nabi SAW bersabda:
"Apa salahnya bila kamu membeli sepasang pakaian lagi untuk
persediaan pada hari Jumat, disamping sepasang pakaian untuk
bekerja" (Riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah).

5. Datang ke Jumat lebih cepat

Disunatkan datang lebih pagi ke shalat Jumat, kecuali bagi
Imam Dari Abdullah bin Mas'ud, Nabi Saw bersabda:
"Orang-orang nanti pada Hari Kiamat akan duduk berurutan
menurut kesegaran mereka pergi ke shalat jumat, yakni yang
pertama, kedua, ketida dan keempat (Riwayat Ibnu Majah, Al-
Mundziri)
Dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda:
"Barang siapa mandi pada hari Jumat sebagai mandi janabat,
kemudian ia pergi ke Mesjid, maka seolah-olah ia berkurban
seekor unta, yang pergi pada saat kedua, seolah-olah berkurban
lembu,yang pergi pada saat ketiga, seolah-olah berkurban
kambing yang bertanduk, yang pergi pada saat keempat,
seolah-olah berkurban ayam, dan yang pergi pada saat kelima,
seolah-olah berkurban telur. Dan apabila imam telah datang,
maka hadirlah semua Malaikat untuk mendengarkan khotbah.


6. Disyariatkan shalat sunat sebelum Jumat.

Sebelum Jumat disunatkan shalat sunat selam mam belum
datang untuk berkhotbah. Kalau sudah datang maka haruslah
diurungkan.
Dari Abu Hurairah r.a Nabi saw bersabda:
"Barang siapa mandi pada hari Jumat kemudian mendatangi
shalat Jumat dan bershalat sekadar kuasanya, serta ia diam
mendengarkan khotbah imam sampai selesai, lalau id bershalat
bersamanya, maka diampunilah dosa-dosanya yang terdapat
diantara Jumat itu dengan Jumat berikutnya dan ditambah tiga
hari' (Riwayat Muslim)

Make Changes

Saya seorang mantan guru sekolah musik dari Des Moines, Iowa. Saya mendapat nafkah dengan mengajar piano-selama lebih dari 30 tahun. Selama itu, saya menyadari tiap anak punya kemampuan musik yang berbeda. Tapi saya tidak pernah merasa telah menolong walaupun saya telah mengajar beberapa murid berbakat.

Walaupun begitu, saya ingin bercerita tentang murid yang "tertantang secara musik". Contohnya adalah Robby. Robby berumur 11 tahun, ketika ibunya memasukkan dia dalam les untuk pertama kalinya. Saya lebih senang kalau murid (khususnya laki-laki) mulai ketika lebih muda, saya jelaskan itu pada Robby. Tapi Robby berkata, ibunya selalu ingin mendengar dia bermain piano. Jadi saya jadikan dia murid.

Robby memulai les pianonya dan dari awal saya pikir dia tidak ada harapan. Robby mencoba, tapi dia tak mempunyai perasaan nada maupun irama dasar yang perlu dipelajari. Tapi dia mempelajari benar-benar tangga nada dan beberapa pelajaran awal yang saya wajibkan untuk dipelajari semua murid.

Selama beberapa bulan, dia mencoba terus dan saya mendengarnya dengan ngeri dan terus mencoba menyemangatinya. Setiap akhir pelajaran mingguannya, dia berkata, "Ibu saya akan mendengar saya bermain pada suatu hari."

Tapi rasanya sia-sia saja. Dia memang tak berkemampuan sejak lahir. Saya hanya mengetahui ibunya dari jauh ketika menurunkan Robby atau menjemput Robby. Dia hanya tersenyum dan melambaikan tangan tapi tidak pernah turun. Pada suatu hari, Robby tidak datang lagi ke les kami. Saya berpikir untuk menghubunginya, tapi karena ketidakmampuannya, mungkin dia mau les yang lain saja. Saya juga senang dia tidak datang lagi. Dia menjadi iklan yang buruk untuk pengajaran saya!

Beberapa minggu sesudahnya, saya mengirimkan brosur ke tiap murid, mengenai pertunjukan yang akan dilaksanakan. Yang mengagetkan saya, Robby (yang juga menerima brosur) menanyakan saya apakah dia bisa ikut pertunjukan itu.

Saya katakan kepadanya, pertunjukan itu untuk murid yang ada sekarang dan karena dia telah keluar, tentu dia tak bisa ikut.

Dia katakan bahwa ibunya sakit sehingga tak bisa mengantarnya ke les, tapi dia tetap terus berlatih. "Bu Hondrof... saya mau main!" dia memaksa. Saya tidak tahu apa yang membuat saya akhirnya membolehkan dia main dipertunjukan itu. Mungkin karena kegigihannya atau mungkin ada sesuatu yang berkata dalam hati saya bahwa dia akan baik-baik saja.

Malam pertunjukan datang. Aula itu dipenuhi dengan orang tua, teman, dan relasi. Saya menaruh Robby pada urutan terakhir sebelum saya ke depan untuk berterima kasih dan memainkan bagian terakhir. Saya rasa kesalahan yang dia buat akan terjadi pada akhir acara dan saya bisa menutupinya dengan permainan dari saya.

Pertunjukan itu berlangsung tanpa masalah. Murid-murid telah berlatih dan hasilnya bagus. Lalu Robby naik ke panggung. Bajunya kusut dan rambutnya bagaikan baru dikocok. "Kenapa dia tak berpakaian seperti murid lainnya?" pikir saya. "Kenapa ibunya tidak menyisir rambutnya setidaknya untuk malam ini?"

Robby menarik kursi piano dan mulai. Saya terkejut ketika dia menyatakan bahwa dia telah memilih Mozart's Concerto #21 in C Major.

Saya tidak dapat bersiap untuk mendengarnya.

Jarinya ringan di tuts nada, bahkan menari dengan gesit. Dia berpindah dari pianossimo ke fortissimo... dari allegro ke virtuoso. Akord tergantungnya yang diinginkan Mozart sangat mengagumkan! Saya tak pernah mendengar lagu Mozart dimainkan orang seumur dia sebagus itu!

Setelah enam setengah menit, dia mengakhirinya denganc rescendo besar dan semua terpaku disana dengan tepuk tangan yang meriah. Dalam air mata, saya naik ke panggung dan memeluk Robby dengan sukacita. "Saya belum pernah mendengar kau bermain seperti itu, Robby! Bagaimana kau melakukannya?"

Melalui pengeras suara Robby menjawab, "Bu Hondorf... ingat saya berkata bahwa ibu saya sakit? Ya, sebenarnya dia sakit kanker dan dia telah berlalu pagi ini. Dan sebenarnya... dia tuli sejak lahir jadi hari inilah dia pertama kali mendengar saya bermain. Saya ingin bermain secara khusus."

Tidak ada satu pun mata yang kering malam itu. Ketika orang-orang dari

Layanan sosial membawa Robby dari panggung ke ruang pemeliharaan, saya menyadari meskipun mata mereka merah dan bengkak, betapa hidup saya jauh lebih berarti karena mengambil Robby sebagai murid saya. Tidak, saya tidak pernah menjadi penolong, tapi malam itu saya menjadi orang yang ditolong Robby. Dialah gurunya dan sayalah muridnya. Karena dialah yang mengajarkan saya arti ketekunan, kasih, percaya pada dirimu sendiri, dan bahkan mau memberi kesempatan pada seseorang yang tak anda ketahui mengapa.

Peristiwa ini semakin berarti ketika, setelah bermain di Desert Storm, Robby terbunuh oleh pengeboman yang tak masuk akal oleh Alfred P. Murrah Federal Building di Oklahoma pada April 1995, ketika dilaporkan... dia sedang main piano. Dan sekarang, tambahan cerita ini. Jika anda mau meneruskan imel ini, mungkin anda berpikir, orang mana di daftar alamat yang tidak "cocok" untuk menerima pesan ini. Orang yang mengirim imel ini yakin bahwa kita dapat membuat perubahan. Kita semua mempunyai ribuan kesempatan tiap hari untuk menyadari rencana Tuhan. Banyak sekali interaksi antara dua orang memberi kita suatu pilihan: Apakah kita meneruskan percikan Ilahi? Atau kita membiarkan kesempatan itu, dan membiarkan dunia semakin dingin dalam prosesnya? Seorang teman mengalikan kesenangan dan membagi kesedihan entah siapa-

Senin, 31 Mei 2010

Tiga Pencetus Kesombongan

Tiga Pencetus Kesombongan


Berbagai kelebihan yang dimiliki oleh manusia bisa berpotensi untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT tetapi bisa juga sebaliknya. Ada tiga hal yang sering diagung-agungkan oleh manusia yang kalau tidak kita sikapi dengan bijak, justru akan melemparkan kita ke neraka. Ketiganya adalah. :

1. Ilmu.
Jika kita merasa hebat dengan ilmu kita, dan merendahkan orang lain karena kita merasa lebih pintar dan lebih cerdas.

Padahal Allah SWT lebih menyukai orang yang berilmu dan tawadhlu.

2. Harta.
Harta yang banyak berpotensi membuat kita congkak, karena merasa diri bisa melakukan apa saja dengan harta itu.

Padahal Allah SWT menyukai orang yang kaya dan zuhud.

3. Kekuasaan.
Kekuasaan yang tidak diikuti dengan kerendahan hati justru berpotensi mengantarkan kepada kehinaan.

Allah SWT menyukai orang yang berkuasa dan menggunakan kekuasan nya untuk membantu orang lain dan diikuti dengan kerendahan hati.

Saudaraku,
Ketiga hal di atas adalah pencetus kesombongan. Padahal kita semua tahu bahwa kesombongan itu hanyalah milik Allah saja. Dan tidak mungkin masuk surga orang yang ada kesombongan, walalupun hanya sedikit. Semoga Allah SWT menjauhkan kita dari sifat sombong.

(Ide: Pengajian Ust. Aam Amiruddin Lc. Semoga Allah SWT memuliakan beliau)

Panas Padang Mahsyar

ORANG-ORANG YANG DAPAT BERTEDUH DI PADANG MAHSYAR

ORANG-ORANG YANG DAPAT BERTEDUH DI PADANG MAHSYAR Di waktu panas yang maha sangat di padang Mahsyar di hari kiamat, tentulah para manusia menjadi bingung dan menggelabah ingin mencari tempat perlindungan. Dan pada hari itulah manusia berkata: "Kemana tempat lari?".

Dalam Al Quran disingkapkan dengan tegas dan jelas sekali perihal keadaan itu sebagaimana Firman Allah S.W.T.:"Pada hari itu manusia berkata:"Kemana tempat lari?" Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung!" (Al Qiyamah : 10-11). tetapi dengan kehendak Allah S.W.T.akan terdapat beberapa naungan, tetapi tidak semua manusia dapat berteduh di bawahnya,itu merupakan rahmat Allah S.W.T. dan naungannya.

Rasulullah S.A.W. bersabda:"Tujuh orang bakal Allah naungi dengan rahmatNya pada hari yang tiada naungan selain naungan-Nya ialah:

1. Pemimpin yang adil.

  1. Seorang remaja yang mengawali keremajaannya dengan beribadah kepada Allah.
  2. Seorang lelaki yang hatinya dipertautkan dengan masjid-masjid.
  3. Dua orang yang saling cinta-mencintai kerana Allah, yakni yang keduanya berkumpul dan berpisah kerana Allah.
  4. Seorang lelaki yang ketika dirayu oleh wanita bangsawan lagi rupawan, lalu ia menjawab: "Sesungguhnya aku takut kepada Allah".
  5. Seorang yang mengeluarkan sedekah dan disembunyikan, sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan kanannya itu.
  6. Seorang yang berzikir kepada Allah Ta'ala di tempat yang sunyi, hingga kedua matanya mencucur kan air mata. "(Imam Bukhari & Muslim).

Sudahkan anda memikirkan di mana diantara tempat yang 7 ini yang anda pilih untuk berteduh?

Jalan ke Hadirat Allah

Glacier
Sewaktu roh berpisah dengan jasad, terdengar olehnya tiga pertanyaan :

Wahai anak Adam.
Kamukah yang meninggalkan dunia atau dunia meninggalkan kamu ?
Kamukah yang mengumpulkan dunia atau dunia mengumpulkan kamu?
Kamukah yang mematikan dunia, atau dunia mematikan kamu?

Ketika mayat diletakkan di tempat untuk memandikan, terdengar olehnya tiga pertanyaan:

Wahai anak Adam.
Dimanakah tubuhmu yang kuat? Mengapa kini kamu tak berdaya?
Dimanakah lisanmu yang lantang dulu? Mengapa kini kamu terdiam?
Dimanakah para kekasihmu? Mengapa kini mereka membiarkanmu sendirian?

Sewaktu mayat diletakkan di atas kain kafan, siap dibungkus, terdengarlah olehnya tiga perintah :

Wahai anak Adam.
Bersiaplah kamu pergi jauh, tanpa membawa bekal. Pergilah dari rumahmu dan jangan kembali.
Naikilah tandu yang tidak akan pernah kamu nikmati lagi setelah itu. Karena kamu akan berdiam di rumah yang penuh kesedihan.

Tatkala mayat dipikul di atas keranda, terdengarlah olehnya tiga seruan :

Wahai anak Adam.
Bahagialah apabila kamu termasuk orang-orang yang bertobat.
Bahagialah apabila kamu selama di dunia beramal baik.
Bahagialah apabila teman karibmu ridho Allah.
Sebaliknya, celakalah kamu jika teman karibmu murka Allah.

Saat mayat diletakkan untuk dishalati, terdengarlah tiga pemberitahuan:

Wahai anak Adam.
Semua amal yang telah kamu perbuat, akan kamu lihat.
Apabila amal itu baik, kamu akan mendapatkan kebahagiaan.
Apabila amal itu jelek, kamu akan mendapatkan penderitaan.

Sewaktu mayat sudah berada di tepi kubur, siap untuk diturunkan ke liang lahat, terdengarlah olehnya tiga pertanyaan:

Wahai anak Adam.
Kedamaian apakah yang kamu bawa untuk menempati rumah miskin ini?
Cahaya apakah yang kamu bawa untuk menempati rumah yang gelap ini?

Tatkala mayat sudah diletakkan di liang kubur, terdengar olehnya pemberitahuan:

Wahai anak Adam.
Ketika berada di punggungku kamu bergelak tawa, kini setelah di perutku kamu menangis.
Ketika berada di punggungku kamu bergembira ria, kini setelah berada di perutku kamu berduka cita.
Ketika berada di punggungku kamu bersilat lidah, kini setelah diperutku kamu membisu seribu bahasa.


Setelah mayat terbujur sendirian dalam kuburan dan sanak keluarga/teman karibnya pulang, Allah Swt berfirman:

"Wahai hamba-Ku,
Sekarang engkau terasingkan sendirian. Mereka telah pergi meninggalkan engkau dalam kesempitan dan kegelapan. Padahal engkau telah berbuat maksiat kepada-Ku semata untuk kepentingan mereka. Akan tetapi, kepadamu Aku mengasihani. Untuk itu, hari ini kamu kuberi rahmat-Ku dengan sesuatu yang mengagumkan semua makhluk. Dan kasih-ku padamu, lebih dari kasihnya seorang ibu kepada anaknya."

(Dikutip dari buku: "Jalan ke Hadirat Allah ", karya Syamsul Rijal Hamid)

"Sesungguhnya Allah ta'ajub pada shalat secara berjamaah". (Shahihul Jami' 1820)

DIBALIK SHOLAT TAHAJUD TERNYATA...?

Dibalik Sholat Tahajud ternyata...?

Sholat Menurut Medis

Sholat Tahajud ternyata tak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapatkan tempat (maqam) terpuji di sisi Allah (Qs Al-Isra:79) tapi juga sangat penting bagi dunia kedokteran.

Menurut hasil penelitian Mohammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya, salah satu sholat sunah itu bisa membebaskan seseorang dari serangan infeksi dan penyakit kanker.

Tidak Percaya?

"Cobalah Anda rajin-rajin sholat tahajud. "Jika anda melakukannya secara rutin, benar, khusyuk, dan ikhlas, niscaya and terbebas dari infeksi dan kanker". Ucap Sholeh. Ayah dua anak itu bukan 'tukang obat' jalanan. Dia melontarkan pernyataannya itu dalam desertasinya yang berjudul 'Pengaruh Sholat tahajud terhadap peningkatan Perubahan Response ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Psiko-neuroimunologi"

Dengan desertasi itu, Sholeh berhasil meraih gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran pada Program Pasca Sarjana Universitas Surabaya, yang dipertahankannya Selasa pekan lalu. Selama ini, menurut Sholeh, tahajud dinilai hanya merupakan ibadah sholat tambahan atau sholat sunah.

Padahal jika dilakukan secara kontinyu, tepat gerakannya, khusyuk dan ikhlas, secara medis sholat itu menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imonologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan limfosit-nya yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi (coping).

Sholat tahajud yang dimaksudkan Sholeh bukan sekedar menggugurkan status sholat yang muakkadah (Sunah mendekati wajib). Ia menitikberatkan pada sisi rutinitas sholat, ketepatan gerakan, kekhusyukan, dan keikhlasan.

Selama ini, kata dia, ulama melihat masalah ikhlas ini sebagai persoalan mental psikis. Namun sebetulnya soal ini dapat dibuktikan dengan teknologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri, dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol.

Parameternya, lanjut Sholeh, bisa diukur dengan kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada pagi hari normalnya antara 38-690 nmol/liter. Sedang pada malam hari- atau setelah pukul 24:00 normalnya antara 69-345 nmol/liter.

"Kalau jumlah hormon kortisolnya normal, bisa diindikasikan orang itu tidak ikhlas karena tertekan. Begitu sebaliknya. Ujarnya seraya menegaskan temuannya ini yang membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama (Islam) semata-mata dogma atau doktrin.

Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian terhadap 41 responden sisa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan menjalankan sholat tahajud selama sebulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan sholat tahajud selama dua bulan. Sholat dimulai pukul 02-00-3:30 sebanyak 11* rakaat, masing-masing dua rakaat empat kali salam plus tiga rakaat. Selanjutnya, hormon kortisol mereka diukur di tiga laboratorium di Surabaya (paramita, Prodia dan Klinika).

Hasilnya, ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin bertahajud secara ikhlas berbeda jauh dengan orang yang tidak melakukan tahajud. Mereka yang rajin dan ikhlas bertahajud memiliki ketahanan tubuh dan kemampuan individual untuk menanggulangi masalah-masalah yang dihadapi dengan stabil.

"Jadi sholat tahajud selain bernilai ibadah, juga sekaligus sarat dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi kontrol kognisi. Dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi positif dan coping yang efektif, emosi yang positif dapat menghindarkan seseorang dari stress,"

Nah, menurut Sholeh, orang stress itu biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan sholat tahajud yang dilakukan secara rutin dan disertai perasaan ikhlas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respons imun yang baik, yang kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Dan, berdasarkan hitungan tehnik medis menunjukkan, sholat tahajud yang dilakukan seperti itu membuat orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik.

Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugerah yang diberikan oleh ALLAH kepadanya. Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk diakal kita???????

Seorang Doktor di Amerika telah memeluk Islam karena beberapa keajaiban yang ditemuinya di dalam penyelidikannya. Ia amat kagum dengan penemuan tersebut sehingga tidak dapat diterima oleh akal pikiran.

Dia adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam dia amat yakin pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu ia telah membuka sebuah klinik yang bernama "Pengobatan Melalui Al Qur'an" Kajian pengobatan melalui Al-Qur’an menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Di antara berpuasa, madu, biji hitam (Jadam) dan sebagainya. Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam maka Doktor tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian syaraf yang dilakukan, terdapat beberapa urat syaraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih normal.

Setelah membuat kajian yang memakan waktu akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat syaraf di dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud.

Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar sembahyang 5 waktu yang diwajibkan oleh Islam.

Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang siapa yang tidak menunaikan sembahyang maka otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karena itu kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam "sepenuhnya" karena sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agamanya yang indah ini.

Kesimpulannya

Makhluk Allah yang bergelar manusia yang tidak bersembahyang apalagi bukan yang beragama Islam walaupun akal mereka berfungsi secara normal tetapi sebenarnya di dalam sesuatu keadaan mereka akan hilang pertimbangan di dalam membuat keputusan secara normal.

Justru itu tidak heranlah manusia ini kadang-kadang tidak segan-segan untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya walaupun akal mereka mengetahui perkara yang akan dilakukan tersebut adalah tidak sesuai dengan kehendak mereka karena otak tidak bisa untuk mempertimbangkan secara lebih normal. Maka tidak heranlah timbul bermacam-macam gejala-gejala sosial Masyarakat saat ini.