Rabu, 19 Mei 2010

KEAJAIBAN SEDEKAH

Urusan sedekah adalah urusan hati & keikhlasan setiap umat di dunia ini. Ada yang merasa bahwa setiap harta/uang yang dia terima adalah milik sekaligus hak pribadinya & tidak untuk siapa-siapa apalagi untuk dibagi-bagikan. Audzubillahmindzalik.., namun ada banyak juga berpendapat bahwa setiap harta/uang yang diterimanya adalah titipan Allah semata & wajib disedekahkan kepada yang berhak. Bagi hamba Allah yang merasa bahwa semua harta serta kedudukan adalah titipan, dengan jiwa yang besar & hati yang tulus ikhlas akan mengeluarkan kewajibannya, walaupun apa yang dia cintai dia korbankan, walaupun dalam keadaan tak punya apapun & terbelit kemiskian,

,akan tetap rela memberikanya demi mendapat Ridlo Allah SWT. Aku masih dalam taraf belajar tentang keimanan apalagi soal sedekah, Aku hanya ingin berbagi cerita betapa Keajaiban Sedekah itu benar-benar ADA & Allah sungguh Maha Kaya & Pemurah. Minggu siang, tak seperti biasa aku menyalakan TV, ketemulah salah satu TV Swasta yang menayangkan Acara Keajaiban Sedekah, Tausyiah dibawakan oleh Ust. Yusuf Mansur dengan gaya bahasa sederhana, mudah dipahami, dibumbuhi bahasa gaul ala betawi, mudah dicerna, enak didengar & langsung masuk & mengena direlung hati yang dalam. Kebetulan ada 2 Nara sumber yang dihadirkan dalam Acara tsb.
Mengupas betapa Keajaiban Sedekah itu telah merubah hidupnya mengalami kesulitan & dengan bersedekah Allah telah menggangkat semua kesulitan yang dialaminya dalam waktu yang "takjub" bahkan Allah melipat gandakan Bakhan berlipat-lipat dari sedekah yang dikeluarkan.
Sosok Bapak muda, Bpk. Drs. Mulyadi, MM, secara ikhlas & penuh haru menceritakan bahwa saat itu beliau terlilit hutang bermilyar-milyar, bahkan semua harta & rumah yang beliau miliki serta rumah ibunya akan disita oleh pihak bank, belum lagi hutang-hutang & piutang yang macet.


Jum'at sepulang mendengarkan "vonis eksekusi" penentuan tanggal penyitaan rumah dari bank, beliau begitu kalut, mobil BMW nya tersita, beliau praktis naik bus way yang dalam hidupnya belum pernah merasakan naik bus way. Sehingga kalutnya akhirnya beliau memutuskan turun &
mampir ke Masjid Al-Azhar untuk berikhtikaf & secara kebetulan saat itu sedang ada Tausyiah dari Ust. Yusuf Mansur mengulas tentang Keajaiban Sedekah.  Beliau masih belum percaya ada keajaiban sedekah, tapi beliau penasaran ingin mengikuti tausyiah tsb. Ketika Ust. Yusuf Mansur menghimbau jamaah untuk mensedekahkan apa yang dimiliki jamaah saat hadir di masjid tsb. (apa saja untuk disumbangkan dengan hati ikhlas, Insya Allah, Allah akan mengangkat segala kesulitan kita).
Satu-satunya harta yang beliau miliki saat hadir, hanya jam tangan kesayangannya, jam tangan yang beliau impikan untuk dimiliki sejak kecil. Jam Bulgary seharga US$ 300.00 dengan ikhlas & maja terpejam beliau letakkan disurban yang telah disedikan oleh Ust. Yusuf Mansur bagi para jamaah yang hadir untuk menyumbangkan apa saja yang dibawa saat itu.
"Kriiinggg..", telpon genggam Pak Mulyadi berdering tak berapa lama setelah menyumbangkan jam tangan idamannya. Beliau masih belum percaya adanya keajaiban sedekah walaupun rekanannya yang menelpon mengabarkan bahwa proposal proyeknya telah disetujui. Beliau masih didalam masjid & masih belum yakin akan keajaiban tsb.Sabtu, Minggu dilaluinya & rekanannya telah mengabarkan bahwa nilai proposal proyeknya seharga 3 Milyar telah disetujui tapi tetap belum yakin.
"Hari Eksekusi" pun tiba, Senin. Petugas bank yang beliau tunggu-tunggu ternyata belum datang juga. Dengan hati galau beliau menerima telp petugas bank yang mengabarkan bahwa penyitaan dibatalkan karena petugas bank mendengar bahwa proyek beliau disetujui. Subhanallah..."Betapa hati saya sungguh terharu, ketika saya ke ATM, & terlihat direkening bank saya telah masuk uang sebesar Rp. 3.000.000.000,-," begitu ucapan Pak Mulyadi dengan suara agak parau terharu bahagia agak berkaca-kaca membagikan sharing Keajaiban Sedekah dihadapan Jamaah disalah satu Masjid Tanah Abang Blok A & juga dihadapan para pemirsa televise siang itu. Subhanallah..Allahu Akbar...Sekian persen dari nilai tsb. telah disumbangkan ke Dewan Masjid Al-Azhar.
Saya tertegun, terharu, merinding mendengar sharing beliau yang menurut Pak Ust. Yusuf Mansur, bhw. Beliau adalah Ketua Dewan Masjid DKI (cmiiw), jadi tinggal menunggu jebolnya pipa pahala tsb. untuk terus mengalir.
Ada banyak saksi hidup yang mengalami kejaiban sedekah tsb, salah satunya adalah artis penyanyi Ikang Fauzi yang kebetulan juga menjadi nara sumbernya. Betapa Bung Ikang yang tadinya merasa bahwa buat apa bersedekah sudah capek-capek mencari uang, itukhan hak saya, saya tabung. Namun setelah mendengar salah satu ceramah ttg. Sedekah beliau mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bung Ikang merasa, walaupun tetap menabung dibank tapi hidupnya tetap tidak berubah tanpa bersedekah. Menabunglah untuk akherat & duniamu melalui sedekah. Aku ada cerita lagi, 2 stories saja ya yang saya dapat dari Ust. Yusuf
Mansur yang berbagi cerita siang itu di TV.


1. Seorang ibu A mengeluhkan anaknya sudah 5 bulan tidak bayar SPP, suatu hari ibu tsb. mempunyai uang senilai lima puluh ribu, disampaikannya kabar gembira tsb. ke anaknya bahwa besok kita akan melunasi uang SPP yang tertunggal sebanyak 5 bulan. Suatu pagi, rumahnya didatangi oleh seorang ibu B (tetangganya) yangmenangis tersedu-sedu & mengeluh bahwa anaknya belum bayar SPP selama 7 bulan, & bermaksud untuk pinjam. Dengan hati ikhlas ibu A memberikannya uang lima puluh ribu tsb. ke Ibu B. Betapa tulus hati Ibu A tsb., tak berselang lama Ibu A mendapat kabar bahwa anaknya mendapat bea siswa & dibebaskan dari uang SPP...


2. Seorang Pemuda yang sudah sekian tahun belum juga mendapatkan pekerjaan, kemudian dia nadzar "Bila suatu saat nanti mendapat pekerjaan, saya tidak membutuhkan uangnya yang penting sayabekerja",begitu nadzarnya. Singkat cerita, akhirnya mendapat panggilan kerja. "Tanpa CV & cukup KTPsaja, anda bisa langsung kerja, & tempat kerja anda bisa dilantai 1, 10, 8 diruang mana saja, anda kami terima sebagai office boy," begitu penjelasan sang pewawancara. Satu bulan kemudian, pemuda tsb. gajian, dia ingat akan janjinya bahwa dia tidak membutuhkan uang hanya pekerjaan saja. Dengan jiwa besar, uanghasil keringatnya selama sebulan disumbangkan kepada kaum dhuafa. Allah Maha Pemurah, Maha Pengasih. Pemuda yang bekerja sbg. Office boy tsb. telah bergaji hampir 8juta-10juta perbulan, darimana? Ternyata Allah
memberikan pahala itu datangnya dari segala arah, salah satu contohnya, saat pemuda tsb. disuruh beli mie ayam sipenyuruh memberikan uang 
200rb,& kembaliannya diberikan ke pemuda office boy tsb., & ada saja rejeki itu datang tak disangka-sangka. Oppss..., time is up, waktuku habis nih, semoga sharingku bisa  menggugah untuk rajin bersedekah, aku pernah mendengar salah satu Tausyiah dari Mbak Sasha (DT Jkt. Saat Tour DT ke Bandung) bahwa 3 permohonan doa dari orang-orang yang meninggal dunia (dikutip dari La Tahzan Book, buku terlaris di Timor Tengah, cmiiw).
    
Ya Allah, seandainya aku diberi kesempatan satu kali saja, aku akan
melaksanakan Sholat Sunnah.   
Ya Allah, seandainya aku diberi kesempatan satu kali saja, aku akan
terus mengucapkan Shalawat.   
Ya Allah, seandainya aku diberi kesempatan satu kali saja, aku akan
terus melaksanakan SEDEKAH.
Betapa pentingnya sedekah, Hari ini Bulan ini Bulan Suci Ramadhan, 
bulan
penuh rahman, saat yang terbaik untuk berlomba-lomba memperbanyak 
sodaqah.., Insya Allah, Keajaiban Sedekah merubah hidup kita..Amiin.
Segala kesalahan & kekurangan datangnya dari saya yang jauh dari 
kesempurnaan, & segala kebenaran hanyalah datangnya dari Allah..
   
   
----------------------------------------------
"Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya
bagi orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim)
----------------------------------------------
 
 

Diet berdasarkan golongan darah

GOLONGAN DARAH O

Golongan darah O merupakan golongan darah paling kuno dalam sejarah manusia. Gen untuk golongan darah O berkembang pada suatu titik ketika peradaban manusia beralih dari hidup berburu dan berpindah-pindah ke komunitas agraris yang menetap di suatu tempat.

Tingkah Laku : Berenergi & tidak mudah putus asa

Masalah yang dihadapi : Kencing manis, masalah usus dan pencernaan, peredaran darah kurang baik, sakit pinggang danbelakang, kegemukan, kadar kolesterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, kadar asam urat tinggi, penyakit kanker, gout,penyakit jantung, penyumbatan arteri.

Diet : Makanan tinggi protein & kurangi karbohidrat

Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat)
Brokoli, ubi, waluh, selada, ganggang laut, lobak china, bluberi, ceri, jambu biji, bumbu kari, kacang polong, kacang merah, semua jenis bawang, rumput laut, jahe, kailan, kunyit, Daging ( sapi, kerbau, rusa, domba, anak sapi )

Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan)
Ikan mas, belut, lobster, ikan tuna, ikan sardine, udang, telur (ayam, bebek), mentega, kacang ( hitam, merah, buncis, kedelai ), tempe, tahu, susu kedelai, bubur gandum, beras, kue beras, roti beras, tepung gandum, terung, tomat, labu, Daging ( ayam, bebek, kambing, angsa, kalkun, kelinci )

Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun)
Daging babi, cumi-cumi, sotong, kerang, kodok, gurita, telur (angsa, puyuh), es krim, keju, susu sapi, yoghurt(semua jenis), minyak kelapa, penyu, minyak jagung, jagung, bunga brokoli, kacang tanah, kacang mede, kuaci, laichi, kentang, mentimun, kembang kol, jamur, blewah, jeruk mandarin, pisang raja, pare, anggur putih, kecap, kopi, minuman keras

GOLONGAN DARAH A

Golongan darah A merupakan manusia pertama yang menjalankan aktifitas pertanian karena nenek moyang sudah tinggal menetap dan tidak lagi suka berperang.

Tingkah Laku : Bertanggung jawab & romantis

Masalah yang dihadapi : Hilang kesabaran diri atau cepat marah, rembesan sebum berlebihan, penyakit jantung dan masalah saluran darah, kanker dan ulser, gaster, kegemukkan.

Diet : Makanan berkarbohidrat tinggi & kurangi lemak

Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat)
Bayam, brokoli, wortel, jamur ikan mas, kacang tanah, kacang buncis, kacang/ susu kedelai, tahu, tempe, tepung beras, bluberi, minyak zaitun, ikan mas, ikan sardine, (Siput, jus nanas, mangga, pisang, jeruk limau & sitrun).

Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan)
Ikan tuna, telur ayam & bebek, telur puyuh, biji wijen, biji bunga matahari, kacang ercis / kapri, jagung, tapioka, roti gandum, labu, bawang merah, mentimun, talas, anggur (semua jenis), melon, blewah, pir, delima, kiwi, kurma, strowberi, kesemek, jambu biji, Daging (ayam, burung unta, belibis kalkun,burung dara)

Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun)
Daging (sapi, kerbau, domba, bebek, angsa, kelinci, ayam hutan), lobster, gurita, kepiting, belut, kodok, udang, cumi- cumi, mentega, susu sapi, keju, es krim, susu, murni, acar, terung, tomat, ubi, kentang, jeruk, kelapa/ santan, melon madu, pisang (raja), pepaya, pare, air soda.

GOLONGAN DARAH B

Kunci golongan darah B adalah keseimbangan. Orang bergolongan darah B tumbuh dan berkembang baik melalui apa yang telah disediakan oleh dunia hewan dan tumbuhan. Artinya golongan darah B menunjukan kemampuan yang canggih dalam perjalanan evolusinya.

Tingkah Laku : Adaptasi & analitika

Masalah yang dihadapi : Kerusakan system syaraf, kesulitan untuk tidur berkualitas, sakit kepala dan migren, penyakit hati dan saluran empedu, masalah haid, sakit tulang belakang, kegemukkan, penyakit jantung.

Diet : Susu & produk susu

Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat)
Ikan laut, susu sapi, keju, buburgandum, roti essene, kue beras, brokoli, ubi, wortel, kembang kol, terung, teh hijau, Daging (kambing, domba, kelinci, rusa)

Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan)
Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, Daging (sapi, kerbau, kalkun, hati anak sapi)

Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun)
Daging (bebek, ayam, angsa, belibis, babi, kuda, keong, kepiting, siput, belut, kodok, gurita, lobster, es krim, telur (bebek, angsa, puyuh), kacang tanah,roti gandum,tomat, waluh, jagung, avokad, pare, delima, kelapa/ santan, kesemek, belimbing, pir, air soda, minuman beralkohol.

GOLONGAN DARAH AB

Golongan darah AB merupakan golongan darah yang paling modern dan berusia kurang dari 1.000 tahun, jarang (5 % dari jumlah populasi), dan bersifat kompleks secara biologis. Karena anda membawa anti gen A dan B.

Tingkah Laku : Cerdik & penyabar

Masalah yang dihadapi : Perut kembung sakit jantung dan masalah saluran darah, kanker, kegemukkan, kesulitan tidur berkualitas, sakit sendi dan tulang.

Diet : Dapat menyesuaikan diri dengan berbagai jenis makanan

Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat)
Ikan sardin, ikan tuna, susu kambing, putih telur (ayam), keju ricotta, krim asam (rendah kalori), the hijau, anggur merah, Daging (domba, kelinci, kalkun),

Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan)
Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, Daging burung unta,

Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun)
Daging (sapi, kerbau, ayam, bebek, angsa, babi, rusa kuda), lobster, kepiting, kodok, mentega, es krim, telor bebek, kacang hitam, acar, jagung, belimbing, delima, pare, pisang, kelapa, kesemek, jambu biji, mangga, saus tomat, kopi, soda, minuman beralkohol

Selasa, 18 Mei 2010

Sampai Mana Persiapan Kita Ke Surga

Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat, itu pun sambil terkantuk-kantuk. Sholat lima waktu? Sudahlah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek- pendek saja agar lekas selesai. Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah, terlipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu.

Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan, "Kalau tidak terlambat" atau "Asal nggak bangun kesiangan." Dengan sholat model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah?

Padahal Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya dengan derai tangis memohon ampunan kepada Allah. Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya. Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka. Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas menuju sumber panggilan, kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata.

Baca Qur'an sesempatnya, itu pun tanpa memahami arti dan maknanya, apalagi meresapi hikmah yang terkandung di dalamnya. Ayat-ayat yang mengalir dari lidah ini tak sedikit pun membuat dada ini bergetar, padahal tanda-tandaorang beriman itu adalah ketika dibacakan ayat-ayat Allah maka tergetarlah hatinya. Hanya satu dua lembar ayat yangsempat dibaca sehari, itu pun tidak rutin. Kadang lupa, sedang sibuk, kadang malas. Yang begini ngaku beriman?

Tidak sedikit dari sahabat Rasulullah yang menahan nafas mereka untuk meredam getar yang menderu saat membaca ayat-ayat Allah. Sesekali mereka terhenti, tak melanjutkan bacaannya ketika mencoba menggali makna terdalam dari sebaris kalimat Allah yang baru saja dibacanya.

Tak jarang mereka hiasi mushaf di tangan mereka dengan tetes air mata. Setiap tetes yang akan menjadi saksi di hadapan Allah bahwa mereka jatuh karena lidah-lidah indah yang melafazkan ayat-ayat Allah dengan pemahaman dan pengamalan tertinggi.

Bersedekah jarang, begitu juga infak. Kalau pun ada, dipilih mata uang terkecil yang ada di dompet. Syukur-syukur kalau ada receh. Berbuat baik terhadap sesama juga jarang, paling-paling kalau sedang ada kegiatan bakti sosial, yah hitung-hitung ikut meramaikan. Sudah lah jarang beramal, amal yang paling mudah pun masih pelit, senyum. Apa sih susahnya senyum? Kalau sudah seperti ini, apa pantas berharap Kebaikan dan Kasih Allah?

Rasulullah adalah manusia yang paling dirindui, senyum indahnya, tutur lembutnya, belai kasih dan perhatiannya, juga pembelaannya bukan semata milik Khadijah, Aisyah, dan isteri-isteri beliau yang lain. Juga bukan semata teruntuk Fatimah dan anak-anak Rasulullah lainnya. Ia senantiasa penuh kasih dan tulus terhadap semua yang dijumpainya, bahkan kepada musuhnya sekali pun. Ia juga mengajarkan para sahabat untuk berlomba beramal shaleh, berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.

Setiap hari ribut dengan tetangga. Kalau bukan sebelah kanan, ya tetangga sebelah kiri. Seringkali masalahnya cuma soal sepele dan remeh temeh, tapi permusuhan bisa berlangsung berhari-hari, kalau perlu ditambah sumpah tujuh turunan. Waktu demi waktu dihabiskan untuk menggunjingkan aib dan kejelekan saudara sendiri.

Detik demi detik dada ini terus jengkel setiap kali melihat keberhasilan orang dan berharap orang lain celaka atau mendapatkan bencana. Sudah sedemikian pekatkah hati yang tertanam dalam dada ini? Adakah pantas hati yang seperti ini bertemu dengan Allah dan Rasulullah kelak?

Wajah Indah Allah dijanjikan akan diperlihatkan hanya kepada orang-orang beriman yang masuk ke dalam surga Allah kelak. Tentu saja mereka yang berkesempatan hanyalah para pemilik wajah indah pula. Tak inginkah kita menjadi bagian kelompok yang dicintai Allah itu? Lalu kenapa masih terus bermuka masam terhadap saudara sendiri?

Dengan adik tidak akur, kepada kakak tidak hormat. Terhadap orang tua kurang ajar, sering membantah, sering membuat kesal hati mereka, apalah lagi mendoakan mereka, mungkin tidak pernah. Padahal mereka tak butuh apa pun selain sikap ramah penuh kasih dari anak-anak yang telah mereka besarkan dengan segenap cinta. Cinta yang berhias peluh, air mata, juga darah. Orang-orang seperti kita ini, apa pantas berharap surga Allah?

Dari ridha orang tua lah, ridha Allah diraih. Kaki mulia ibu lah yang disebut-sebut tempat kita merengkuh surga. Bukankah Rasulullah yang sejak kecil tak beribu memerintahkan


Oleh : Yusuf Mansur

Besar Kepala Yang Menghancurkan Karir Anda

Dunia kerja adalah tempat berkumpulnya berbagai manusia dengan latar belakang serta sifat yang berbeda-beda. Mereka pun memiliki ego masing-masing.

Namun berhati-hatilah saat ego tersebut justru berubah menjadi sifat besar kepala, karena di dunia kerja, sifat itu akan sangat merugikan Anda.

Memiliki kemampuan lebih dibanding rekan kerja adalah suatu hal yang positif. Anda pun sah-sah saja jika ingin menunjukkan kemampuan itu di depan tim dan rekan kerja. Namun ingat batasannya.

Jika kemampuan yang Anda tunjukkan bisa membuat yang lain termotivasi, tentunya itu akan memberikan manfaat, tetapi jika cara Anda menunjukkannya justru membuat yang lain merasa terintimidasi, maka hal itu akan merusak suasana kerja.

Hal yang paling buruk, tak akan ada rekan kerja yang mau berada dalam tim yang sama dengan Anda. Hal itu akan berdampak buruk bagi kelangsungan karir.

Jika Anda berada di level manajemen, ada baiknya untuk menjadi pendengar yang baik. Anda harus ingat bahwa setiap orang, termasuk bawahan Anda memiliki kemampuan dan kelebihan tersendiri. Jangan pernah menganggap remeh apapun masukan dari mereka.

Jadilah pendengar yang baik. Siapa tahu, justru masukan-masukan dari mereka akan menjadi jalan keluar yang brilian untuk masalah perusahaan. Anda pun akan menjadi panutan yang baik bagi para bawahan.

Percaya diri memang suatu hal yang dibutuhkan di dunia kerja. Tapi jangan berlebihan karena Anda hanya akan terlihat congkak. Kerjakan saja seluruh tugas semaksimal mungkin. Tak perlu menggembar-gemborkan keberhasilan. Penghargaan akan datang sendiri jika Anda memang dianggap berprestasi.

Intinya, besar kepala adalah sifat yang tak perlu dibawa di dunia kerja atau di manapun. Tak akan ada yang tahan untuk bergaul dengan orang yang tak bisa menghargai orang lain. Saat tak ada lagi yang menganggap Anda, maka disitulah kehancuran karir dimulai.

Jumat, 14 Mei 2010

Menanamkan Kejujuran Pada Anak

Selalu berkata jujur dan menunjukkan sikap kejujuran kepada anak. Hal ini dapat memberikan pesan kepada anak bahwa prinsip kejujuran harus dipegang teguh. Jawablah pertanyaan anak dengan jujur dan terbuka, kecuali terhadap pertanyaan yang tidak selayaknya dijawab kepada anak kecil, dan katakan secara sederhana mengapa orangtua tidak mau menjawabnya (misalnya : ”Nanti kalau kamu sudah besar, ibu/ayah akan menjawabnya”). Jangan mereka mendengar orangtuanya mengatakan ”kebohongan kecil”, misalnya dalam menjawab telepon ”Ibu tidak ada di rumah”. Jangan mengancam mereka dengan tindakan yang orangtua tidak akan melakukannya, misalnya : ”Nanti kamu akan dikirim ke kantor polisi”.

Berikan pujian dan kesempatan kepada anak untuk memulainya kembali dengan benar. Hal ini dapat memberikan kesempatan kedua bagi anak untuk berlaku jujur. Jangan marah kalau orangtua mendapatkan anaknya sedang berbohong, dan katakan kepadanya, ”Tunggu sebentar, ingat berbohong itu tidak baik, kamu tidak perlu berbohong dan katakn hal yang sebenarnya”. Berikan anak kesempatan untuk memulainya lagi. Penting sekali untuk diingat apabila orangtua mendapatkan anaknya berkata dan berlaku jujur agar selalu diberikan pujian. Misalnya ”Mama dan papa bangga sekali denganmu, karena kamu adalah anak yang jujur”.

Berikan pengertian tentang konsekuensi bersikap jujur. Hal ini dapat membuat anak mengerti pentingnya bersikap jujur, misalnya mendapatkan kehormatan, kepercayaan, dan kebahagiaan serta kedamaian di hati. Juga bahayanya orang yang tidak jujur, misalnya tidak dihargai orang lain, dicurigai dan ada rasa bersalah di hati kalau berbohong, sehingga tidak mendapatkan kedamaian hati dan hidup tidak bahagia.

Bersikap ADIL !

“Itu tidak adil”.”idih..kamu curang!!”. Kata-kata tersebut sering terucap oleh anak-anak kalau sedang bermain dengan teman-temannya. Masa kanak-kanak terutama pada usia 4-8 tahun, adalah masa dimana anak masih dalam tahapan ego sentris, yaitu sesuatu dianggap adil adalah kalau sesuai dengan apa yang diinginkannya. Bagi mereka, apabila mereka merasa senang karena keinginannya tercapai, maka itulah yang dianggap adil.

Walaupun tahapan moral yang masih ego-sentri tersebut adalah wajar bagi anak-anak seumur demikian, namun para orangtua harus memberikan pengertian tentang bagaimana konsep adil yang sebenarnya.

Membentuk sikap adil pada anak :

1. Perlakukan anak secara adil di rumah.

2. Perlihatkan sikap adil dalam berbagai aktifitas di rumah (berbagi TV, berbagi tugas rumah dll).

3. Beri kesempatan pada anak untuk membuat peraturan di rumah.

4. Ikut sertakan anak dalam berbagai permainan atau perlombaan agar ia belajar bersikap adil.

5. Hindari pernyataan ”karena saya yang mengatakan”, ”karena saya sudah dewasa”, ”karena begitulah caranya”.

6. Berikan pemahaman bahwa keadilan tidak ada hubungannya dengan ukuran tubuh, usia, tingkat pendidikan seseorang.

7. Bantu anak membangun harga diri sehingga ia menjadi percaya diri.

8. Ajukan sebuah masalah dan doronglah anak untuk mencari jalan keluar yang adil dari masalah tersebut.

9. Pujilah anak bila ia telah menunjukkan sikap adil.

Percakapan yang Sia-sia : Menasehati dan Mengkritik Menciptakan Jarak dan Kekecewaan

Banyak orang tua merasa kecewa ketika mengobrol dengan anak-anak mereka, sebab obrolan mereka tidak menentu arahnya, sebagaimana digambarkan oleh ucapan : “Kamu pergi kemana saja?”, “Keluar”. “Apa yang kamu lakukan?” “Tidak ada”. Orangtua yang berusaha bersikap sewajarnya merasakan betapa letihnya usaha ini. Malah seorang ibu berkata, “Saya berusaha keras berbicara dengan anak saya, tetapi dia tidak mau mendengarkan saya. Dia hanya mendengar ucapan saya jika saya berteriak.”

Seringkali anak-anak tidak mau dinasehati, diajak bicara, dan dikritik. Mereka merasa bahwa orangtua mereka terlalu banyak bicara. David, yang berusia 8 tahun, berkata kepada ibunya, ”Ketika saya mengajukan pertanyaan yang pendek, mengapa ibu menjawab dengan kalimat yang begitu panjang?” Kepada teman-temannya dia berkata, ”Saya tidak mau bercerita apa pun juga kepada ibu saya. Kalau saya memulainya, saya tidak akan mempunyai waktu lagi untuk bermain”.

Seorang pengamat yang kebetulan mendengarkan percakapan antara anak dan orangtua ini menyimpulkan bahwa komunkasi di dalam keluarga ini tidak berjalan dengan baik. Percakapan mereka tidak menyambung. Yang satu mengkritik dan yang lain memerintah, yang satu menyangkal dan yang lain memohon. Tragedi komunikasi seperti initerjadi bukan kerena kurangnya kasih sayang, melainkan karena kurangnya penghargaan; bukan karena kurangnya kepintaran, melainkan karena kurangnya keterampilan berkomunikasi.

Bahasa yang kita pakai dalam kehidupan sehari-hari tidak memadai untuk berkomunikasi secara berarti dengan anak-anak. Agar dapat berkomunikasi dengan anak-anak secara baik dan mengurangi rasa frustasi, sebagai orangtua perlu mempelajari cara yang paling tepat untuk berkomunikasi dengan anak-anak kita.